Indonesia Sabet Tiga Emas Dalam Olimpiade Fisika di Mongolia

Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) meraih tiga medali emas, satu perak, satu perunggu dan empat tanda penghargaan dalam Olimpiade Fisika Asia (APhO) IX, di Mongolia pada 20-28 April 2008.

Dalam ajang itu, Indonesia masuk dalam urutan enam besar bersama China, Taiwan, Vietnam, Thailand dan Singapura.

Ketua TOFI, Prof Yohanes Surya, Minggu, menjelaskan keberhasilan itu merupakan pencapaian yang sangat baik dan menunjukkan bahwa kualitas siswa Indonesia patut diperhitungkan.

“Ini juga memberikan harapan bahwa ke depannya, Indonesia pasti mampu bersaing dengan negara-negara besar jika kita mau bekerja keras ke arah sana,” katanya.

Dikatakannya, bahkan nilai tertinggi tim Indonesia dalam ajang internasional itu, diraih oleh Adam Badra Cahaya yang berasal dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Jember, Jawa Timur.

“Ini menunjukkan bahwa sudah saatnya kita mengedepankan sumber daya manusia (SDM) daerah untuk kemajuan Indonesia,” katanya.

APhO IX, yang digelar di Ulan Bator, diikuti 18 tim dari Australia, Azerbaijan, Kamboja, Laos, China, Hongkong, India, Indonesia, Israel, Makao (China), Singapura, Srilangka, Taiwan, Tajikistan, Thailand, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Vietnam.

Tim Indonesia yang bertanding dalam ajang bergengsi itu terdiri dari delapan siswa dan dua ketua tim, yakni Hendra Kwee Phd dan Dr Sastra Kusuma Wijaya. Dalam tim itu juga, turut serta tiga siswa yang diterjunkan sebagai tim tamu.

Delapan siswa itu adalah Adam Badra Cahaya (SMAN 1 Jember), Made Surya Adhiwirawan (SMAN 1 Denpasar), Rudy Handoko Tanin (SMA Sutomo 1 Medan), Azzis Adi Suyono (SMAN 1 Cilacap), Kevin Winata (SMAK 1 Penabur Jakarta), Tyas Kokasih (SMA Taruna Nusantara Magelang), Winson (SMAK 1 Penabur Jakarta), dan Panji Achmari (SMAN 3 Bandung).

Sedangkan tiga tim tamu adalah Nabila Khrisna Dewi (SMAN 1 Kebumen), Thomas A Nugraha Budi (SMAN 78 Jakarta), dan M Ammar Wibisono (SMAN 1 Yogyakarta).

Sebagai tolok ukur bagi tim TOFI sebelum berlaga di APhO, peserta diuji kemampuannya lewat sejumlah soal teori dan eksperimen yang dibuat oleh Jurusan Fisika FMIPA UGM, Yoyakarta.

Pada saat mengerjakan soal, para siswa ini diberi waktu sesuai dengan ketentuan APhO. Waktu mengerjakan soal sebanyak lima jam untuk masing-masing tes, dengan bobot soal yang diujikan setara dengan soal APhO.

Sumber : Antara News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: