Seminar Budi Pekerti di Medan, Terjadi Penurunan Modal pada Anak Didik

 – Perguruan Nasional Brigjend Katamso Medan Sunggal, Nanyang Zhi Hui Modern School dan Yayasan Pendidikan Sathya Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Medan menyelenggarakan seminar sehari berjudul model pembelajaran nilai-nilai kemanusiaan terpadu pendekatan efektif yang mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan (budi pekerti) peserta didik, baru-baru ini di Gedung Diklat Jalan TB Simatupang Medan.

Sebagai pembicara adalah Director of the Institute of Sathya Sai Education Thailand, DR Art-Ong Jumsai na Ayudha BA MA DIC PHd.
Seminar dibuka Kadis Pendidikan Kota Medan Drs H Hasan Basri MM yang mengharapkan siswa memperoleh pengetahuan tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan ke dalam berbagai mata pelajaran dalam proses belajar mengajar agar budi pekerti anak didik menjadi lebih baik.

Latar belakang seminar dilaksanakan mengingat perkembangan teknologi dan informasi semakin pesat yang menimbulkan negatife dan positif. Tapi anak didik lebih cenderung terperangkap pada yang negatife sehingga budi pekerti anak sulit dibentuk.
Mereka cenderung mengikuti kebudayaan Barat yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Maka perlu cara efektif menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.

Menurut ketua panitia pelaksana AR Bathmanathan, belakangan ini telah terjadi penurunan moral pada anak didik yang dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Seperti tawuran antar sekolah, kriminalitas, Narkoba, minuman keras, video porno. Melihat trend negatif itu dirasakan perlu adanya penekanan akan kebutuhan pendidikan nilai-nilai kemanusiaan (budi pekerti). Karena keberhasilan Budi Pekerti ini tidak kalah pentingnya dengan keberhasilan pendidikan akademik.

Dengan semakin baiknya nilai budi pekerti, guru tidak hanya berhasil mengembangkan kecerdasan intelektual (IQ), juga berhasil mengembangkan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Keberhasilan guru mengembangkan IQ, EQ dan SQ dambaan orangtua peserta didik, para guru dan seluruh masyarakat Indonesia.

Sumber : Harian SIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: